Skip to main content

Membuka Akses Buku

Ruang Baca Petrikor, bisa dibilang bukanlah perpustakaan, hanya sekedar upaya mendekatkan akses terhadap bacaan.

Saya baru bertemu perpustakaan dengan koleksi bacaan beragam sewaktu belajar di MAN 2 Kudus. Sederhananya, saya membayangkan, bila sejak kecil saya punya akses buku yang banyak dan sesuai, barangkali, lebih awal saya menyadari apa yang perlu dikembangkan dari apa yang saya minati.

Jika kita menyandingkan waktu belajar dan buku, kita akan mendapati waktu tak terhingga. Belajar bisa kapan saja dan di mana saja. Idiom populernya, buku adalah jendela ilmu. Dengan sekolah, waktu belajar paling banter sampai sore hari. Kalaupun sekarang anak sekolah seperti belajar sepanjang hari karena boarding school atau les tambahan. Terkadang, kita lebih banyak belajar hal-hal yang jauh dari dibutuhkan  keseharian.

Saya pikir, langkah kecil seperti membuka akses terhadap buku bacaan, bisa jadi memperbaiki pendidikan. Saya mengumpulkan buku untuk dibaca, di luar kebutuhan itu, seiring waktu buku-buku menjadi bertumpuk, dan akan banyak yang tidak sering lagi dibaca. Belum lagi karena suatu hal, ada buku yang tak terbaca sama sekali atau belum tuntas dibaca. Dengan mengijinkan orang lain ikut membaca buku yang dikoleksi, saya juga menjawab pertimbangan saya membeli buku dulu.

"Kalau beli novel setelah tamat dibaca, tidak ada gunanya," pertimbangan saya waktu itu, "dibandingkan beli buku pelajaran, setelah dibaca sekali masih bisa dibaca lagi untuk mendalami materi saat mau ujian."

Barangkali, pertimbangan tersebut karena merasa tidak ada yang tuntas ketika membaca buku pelajaran. Mungkin karena saya kurang bisa memahami, atau bisa jadi karena alasan sepele: Tidak ada kata Tamat di akhir buku pelajaran.
Maka, teman-teman bisa melihat koleksi buku yang ada di Ruang Baca Petrikor melalui blog ini.

Dokumentasi

Teknologi terbarui setiap waktu. Di luar kebiasaan itu, teknologi juga bisa rusak  kapan saja. Terkadang, untuk menanggulangi kerusakan teknologi, cukup dengan membeli yang baru. Semisal, notebook rusak tinggal beli lagi.

Tapi, ada yang merepotkan, data yang tersimpan di notebook lama, jika rusaknya berdampak tidak bisa mengakses data di dalamnya, bisa berakibat pula kehilangan jerih payah dalam mengumpulkan dan menyimpan data. Blog ini juga menjadi ruang dokumentasi untuk menanggulangi kerepotan tersebut.

Ruang Baca Petrikor, 22 Desember 2017

Salam
Arif Rohman

Catatan: Ruang Baca Petrikor ini saya kelola bersama istri saya Shoma Noor Fadlillah. Ia yang mengusulkan nama petrikor, aroma tanah saat diguyur hujan, yang katanya banyak disukai orang. Ia juga yang bersemangat melakukan semua ini: menempatkan buku-buku di lemari, menambah koleksi buku terutama anak-anak, dan meletakkan semacam prakarya supaya enak dipandang mata. Semoga orang yang suka membaca mendapatkan ruang di sini.

Comments

Popular posts from this blog

Daftar Koleksi Buku Ruang Baca Petrikor

Dari koleksi pribadi dan donasi  atas bantuan teman-teman di Komunitas Fiksi Kudus ( Kofiku ). Kini daftar judul buku di Ruang Baca Petrikor bisa diteliti untuk mencari bacaan yang tersedia. Selain itu, kami menawarkan tagline yang dipungut dari hasil kliping esai: banyak baca, banyak rezeki. (Update  Info 15 Januari 2018) BUKU ANAK Agus Maryoto, Kisah Belalang dan Ulat, Cerita Bergambar, CV Ghyyas Putra, 24 hlm Agus R, Kerja Sama Rara dan Kiki, Cerita Bergambar, PT Bengawan Ilmu, 24 hlm Ahmad Filyan al-Hazza, Bimbingan Anak Gemar Shalat Berdoa Juz Amma disertai Asmaul Husna, Prima Jaya Surabaya,128 hlm Ella Yulaelawati dkk., kuring resep bubuahan, Bhs. Sunda, Cerita Bergambar, Direktorat Pembinaan Pendidikan Anak Usia Dini, 2016, 24 hlm Hafid dkk., Kumpulan Cerita Terbaik Apa Ceritamu Hari Ini (Versi Cerita Video), Cerita Bergambar, Nestle Dancow Coklat Actigo, 2010, 64 hlm G. Wu, Bill Gates, biografi orang sukses for kids, Cerita Bergambar, GPU, 2015, 24 hlm Gianni...

Waktu untuk Membangkang

"Memang tidak ada kata terlambat untuk memulai segala sesuatu, tetapi Anda perlu waspada jika sudah melewati umur tiga puluh dan Anda belum melakukan apa-apa." Jawa Pos, Ruang Putih, Saujana -  Minggu, 28 Januari 2018 Oleh A.S. LAKSANA KALIMAT berikut ini saya temukan pada umur 20-an awal: ’’Seorang pria seharusnya tidak menikah setelah berumur tiga puluh tahun, tidak masuk dinas pemerintahan setelah berumur empat puluh, tidak memiliki anak lagi setelah berumur lima puluh, dan tidak bepergian setelah berumur enam puluh. Itu karena waktu yang tepat untuk hal-hal tersebut sudah berlalu.’’ Shih Nai-An (1296–1372) menggunakannya sebagai pembuka untuk bagian pengantar novelnya Batas Air, novel China Klasik yang berisi 100 bab dengan tokoh 108 pemberontak yang bermukim di Gunung Liang (Liangshan). Di bawah pimpinan Song Jiang, mereka melakukan pembangkangan terhadap kebejatan pejabat-pejabat istana pada masa Dinasti Song, tetapi tetap setia kepada kaisar...